Persitara permalukan PSPS 5-2
Menargetkan kemenangan dan datang dengan kepercayaan tinggi, PSPS Pekanbaru justru mendapatkan mimpi buruk saat dijamu Persitara Jakarta Utara di Stadion Soemantri Brojonegoro, Rabu (3/3) kemarin.
Askar Bertuah kalah telak 2-5 yang diwarnai dengan satu kartu merah untuk bek kiri Danil Junaidi.Kekalahan tersebut adalah yang terbesar yang didapat PSPS selama Liga Super musim ini. Sebelumnya, kekalahan terbesar didapat dari Persiba di Balikpapan, di paroh musim pertama, yakni 0-3. Kalau dihitung selama PSPS bertarung di kasta tertinggi sepakbola nasional, ini adalah kekalahan kedua terbesar setelah kekalahan 1-5 yang didapat PSPS dari PSDS Deliserdang di Liga
Kekakalan kemarin juga menjadi hattrick bagi PSPS setelah dua kekalahan beruntun di kandang Persisam Samarinda dan Bontang FC di awal paroh kedua musim ini. Bagi Abdul Rahman Gurning, inilah hasil terburuk selama dirinya menangani PSPS, baik saat masih di Divisi Utama maupun Liga Super ini.
Dalam laga kemarin,
‘’Bermain dengan 10 pemain membuat kami tak bisa menyerang lagi. Kondisi inilah yang membuat kami hancur lawan Persitara,’’ tambah pelatih asal Kisaran ini.Kekecewaan diungkapkan manajer PSPS, Dastrayani Bibra, saat dihubungi malam tadi. ‘’Kalau kecewa jelas kecewa karena kita kalah. Tapi, mau bagaimana lagi, bermain dengan 10 pemain kita tak bisa berbuat banyak, apalagi untuk mengejar ketinggalan,’’ ujarnya.
Meski kalah, posisi PSPS di klasemen sementara tak berpengaruh karena di waktu bersamaan tak ada tim lain yang bertanding. Sementara, buat Persitara kemenangan ini sangat berarti karena tim berjuluk Laskar si Pitung ini naik satu strip ke posisi 17 dari dasar klasemen menggeser Pelita Jaya. Saat ini, Persitara meraih 19 poin.
Dalam laga kemarin, PSPS hampir saja kebobolan di menit ke-4 lewat kaki Diego Mandieta. Beruntung, tendangan keras pemain asal Cili tersebut melebar dari gawang PSPS yang dikawal Fance Harianto.
Namun, setelah terancam PSPS justru mampu unggul lewat serangan balik di menit ke-6. Ade Candra Kirana berhasil menaklukan kiper Persitara, Rivki Modokompit, setelah menerima umpan panjang panjang April Hadi dari sayap kiri. Usai gol ini, tepatnya di menit ke-18, Mendieta kembali mengancam. Untung tendangan kerasnya hanya membentur mistar gawang.Strategi serangan balik yang diterapkan Gurning beberapa kali hampir mambawa PSPS menambag gol. Di menit ke-22, Ahmad Junaidi mendapat peluang emas setelah menerima umpan Herman. Sayang tendangan volinya melebar. Setelah itu, giliran Isnaini mampu menembus pertahanan Persitara yang kurang koordinasi. Sayang tendangannya melebar.Merasa lini belakangnya bermasalah, pelatih Persitara menarik pemain barunya asal Korea Selatan, Kim Jong Kyeung di menit ke-29 dan memasukkan Dedy Mulyadi. Hasilnya, tak hanya lini belakangnya yang kokoh, tapi lini depan mereka semakin beringas. Buktinya lewat umpan gelandang lincahnya, Oktovianus Maniani, kapten Kabir Bello mampu menyamakan kedudukan di menit ke-38.
Di babak kedua, PSPS kembali unggul lewat kaki Isnaini di menit ke-49 setelah menerima umpan silang Herman. Namun berselang 11 menit, Persitara mendapat hadiah penalti atas pelanggaran yang dilakukan oleh Fance Haryanto terhadap Cesar Mboma. Tantan selaku eksekutor berhasil menjalankan tugasnya dengan baik.Gol ini membuat mental pemain PSSP drop. Hasilnya berselang satu menit, Mendieta berhasil memperbesar kemenangan Persitara menjadi 3-2. PSPS semakin tertekan setelah Danil Junaidi menerima kartu kuning kedua sekaligus kartu merah di menit ke-70 setelah secara brutal mengasari Octavianus Maniani. Persitara menambah dua gol lagi di menit ke-75 lewat Kabir Bello dan Dedi Mulyadi di menit ke-82.

0 komentar:
Posting Komentar