persija permalukan Pelita jaya di karawang
Persija Jakarta mempermalukan tuan rumah Pelita Jaya 0-2 dalam pertandingan lanjutan Liga Super Indonesia (ISL) 2009-2010 di Stadion Singaperbangsa, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Rabu (10/3/2010).
Sepasang gol Persija dicetak oleh Firman Utina dan Serge Emaleu.Gol Firman Utina terjadi pada menit ke-55. Mendapat ruang di luar kotak penalti, Firman menyepak bola ke tengah gawang Pelita Jaya. Bole sempat membentur kaki pemain belakang Pelita Jaya, Eduardo, sebelum bersarang di gawang I Made Kadek Wardana.Sepuluh menit kemudian, Sergei Emaleu menggandakan keunggulan Persija. Mengandalkan keterampilan individu, Serge Emaleu melewati sejumlah pemain lawan sebelum akhirnya melepaskan tendangan dari tengah kotak penalti, yang bersarang di jaring lawan.
Ketinggalan dua gol, Pelita Jaya terus melakukan penyerangan, tapi serangan yang digencarkan itu selalu patah di lini belakang Persija.Pada menit ke-81, pemain depan Pelita Jaya, Redouane Barkoui, menjebol gawang Persija namun, wasit yang memimpin pertandingan, Najamudin, menganulir gol itu dengan alasan "offside".Meski gagal, tuan rumah terus berusaha mengejar ketinggalan. Sayang, usaha mereka gagal membuahkan hasil maksimal. Skor 2-0 pun bertahan hingga laga berakhir.
Menanggapi hasil itu, Asisten Pelatih Pelita Jaya, Jajang Nurjaman, mengaku kecewa dengan wasit yang memimpin pertandingan karena terkesan berat sebelah. Salah satunya terlihat dari dianulirnya gol Pelita Jaya yang tercipta melalui kaki Barkoui.Ia menilai, saat menjamu Persija, anak asuhnya banyak menciptkan peluang gol, khususnya pada babak pertama, tapi hingga pertandingan berakhir, tidak satu pun gol tercipta. Salah faktor yang menyebabkan hal tersebut akibat wasit yang berat sebelah dalam memimpin pertandingan.
Sedangkan Asisten Pelatih Persija, Maman Suryaman, mengatakan, selama babak pertama anak asuhnya tidak banyak menciptakan peluang, karena permainan lebih didominasi Pelita Jaya. Baru pada babak kedua, diubah pola permainannya, sehingga Persija lebih mendominasi pada babak kedua. "Gol pertama yang diciptakan Firman pada babak kedua membuat semangat para pemain, sehingga penyerangan lebih digencarkan lagi," kata Maman.Ia juga mengaku bangga kepada para pemainnya yang mampu menampilkan permainan yang cukup cantik, walaupun bermain tanpa dukung suporter
Read More
Sepasang gol Persija dicetak oleh Firman Utina dan Serge Emaleu.Gol Firman Utina terjadi pada menit ke-55. Mendapat ruang di luar kotak penalti, Firman menyepak bola ke tengah gawang Pelita Jaya. Bole sempat membentur kaki pemain belakang Pelita Jaya, Eduardo, sebelum bersarang di gawang I Made Kadek Wardana.Sepuluh menit kemudian, Sergei Emaleu menggandakan keunggulan Persija. Mengandalkan keterampilan individu, Serge Emaleu melewati sejumlah pemain lawan sebelum akhirnya melepaskan tendangan dari tengah kotak penalti, yang bersarang di jaring lawan.
Ketinggalan dua gol, Pelita Jaya terus melakukan penyerangan, tapi serangan yang digencarkan itu selalu patah di lini belakang Persija.Pada menit ke-81, pemain depan Pelita Jaya, Redouane Barkoui, menjebol gawang Persija namun, wasit yang memimpin pertandingan, Najamudin, menganulir gol itu dengan alasan "offside".Meski gagal, tuan rumah terus berusaha mengejar ketinggalan. Sayang, usaha mereka gagal membuahkan hasil maksimal. Skor 2-0 pun bertahan hingga laga berakhir.
Menanggapi hasil itu, Asisten Pelatih Pelita Jaya, Jajang Nurjaman, mengaku kecewa dengan wasit yang memimpin pertandingan karena terkesan berat sebelah. Salah satunya terlihat dari dianulirnya gol Pelita Jaya yang tercipta melalui kaki Barkoui.Ia menilai, saat menjamu Persija, anak asuhnya banyak menciptkan peluang gol, khususnya pada babak pertama, tapi hingga pertandingan berakhir, tidak satu pun gol tercipta. Salah faktor yang menyebabkan hal tersebut akibat wasit yang berat sebelah dalam memimpin pertandingan.
Sedangkan Asisten Pelatih Persija, Maman Suryaman, mengatakan, selama babak pertama anak asuhnya tidak banyak menciptakan peluang, karena permainan lebih didominasi Pelita Jaya. Baru pada babak kedua, diubah pola permainannya, sehingga Persija lebih mendominasi pada babak kedua. "Gol pertama yang diciptakan Firman pada babak kedua membuat semangat para pemain, sehingga penyerangan lebih digencarkan lagi," kata Maman.Ia juga mengaku bangga kepada para pemainnya yang mampu menampilkan permainan yang cukup cantik, walaupun bermain tanpa dukung suporter






